Pengalaman Belajar Bahasa Mandarin di Taipei


Belajar Bahasa Mandarin, terkadang perlu perjuangan keras, saya yang lahir di Indonesia dengan lingkungan berbahsa Indonesia, tentu sulit saat ingin belajar Bahasa Mandarin, hingga akhirnya saya harus berangkat ke Taipei untuk belajar bahasa Mandarin. Saya memang berdarah Tiongkok tapi pada awalnya saya merasa tak butuh untuk belajar bahasa Mandarin sehingga sempat mengarang beribu alasan kepada orang tua untuk tidak mempelajarinya. 

hingga akhirnya saya pun berubah pikiran dan memutuskan untuk mempelajari bahasa yang digunakan terbanyak kedua di negara ini. Untuk memahami dan belajar kosa kata mandarin sayapun memutuskan untuk belajar langsung di negara penutur aslinya dengan cara menetap selama setahun di Taipei.
Saat pertama kali tiba di Taipei saya tidak bisa mengucapkan apapun karena memang saya sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin. Beruntung saat itu saya datang bersama beberapa kerabat sehingga kami dapat saling menolong dalam beradaptasi di sebuah tempat asing.

Sebagai orang baru di negeri asing tentu membuat kami sangat kaku di Taipei, terutama kami bukanlah orang yang terbiasa jauh dari rumah. Untuk mengatasi kepanikan dan kekauan kami berusaha membuat home stay kami senyaman saat kami di rumah, tanah air kelahiran kami.
Saya adalah seorang penikmat kuliner, untuk itulah makanan adalah sesuatu yang saya cari saat saya tiba di Taipei, salah satu makanan setempat yang saya coba adalah huo guo alias hotpot atau shabu – shabu di Pasar Malam Shi Da.


 Kunjungi Website Baru Kami Trip-Outbound. Dan Telusuri kami di Outbound Lembang, Lembang Outbound, Outbound Bandung, Bandung Outbound, Outbound Bandung Lembang, Outbound Lembang Bandung, Bandung Lembang Outbound, Lembang Bandung Outbound, Outbound, Outbond, Lembang, Bandung, Outbound Adventure, Trip Outbound, Rafting Arung Jeram, Outbound training Bandung, Camping Bandung, High Ropes Bandung, Hiking Lembang Bandung, Company Gathering, Family Gathering, MICE,

Ketika itu musim dingin, sehingga hot pot menjadi pilihan  yang sempurna. Karakter Mandarin kata “ huo guo “ secara harafah berarti kuali api , sehingga hidangan ini memang makanan favorit warga setempat di musim dingin. Di Taipei, kebanyakan restoran shabu –shabu menyajikan  kuah dalam kuali kecil untuk setiap orang di atas kompor portable, sehingga tidak perlu berbagi makanan dari satu kuali besar.
Yang seru dari restoran hotpot di Taipei, adalah isinya yang beragam, mulai dari sapi, ayam, babi, ikan, sampai kerang dengan didampingi potongan kubis, jamur, enoki, bakso sapi, pangsit, dan tahu. Untuk pilihan kuahnya pun tersedia kuah kaldu yang gurih, kuah mala yang pedas, dan kuah susu yang creamy.Pilihan  saya waktu itu jatuh pada kuah mala yang pedas. Tentu saja karena lidah Indonesia saya masih belum terbiasa dengan cita rasa Taipei yang hambar.
Sebagai orang yang suka pedas, pertama kali masuk saya langsung melirik pilihan saus yang disediakan di meja. Ternyata itu itu merupakan penyedap yang bisa ditambahkan atau menjadi cocolan huo guo. Orang Taiwan umumnya menggunakan saus sha sha  cha yang gurih dan sedikit pedas, namun saya memilih ramuan klasik cabai potong dan kecap asin  yang pedasnya lebih pas untuk lidah saya.
Ketika mau memesan nasi putih, teman memberitahu kalau hampir semua restoran hot pot menyedakan nasi putih  yang bisa diambil sepuasnya bahkan kadang disediakan kuah daging yang bisa disiramkan di atas nasi. Makan di restoran hotpot pun sudah termasuk  minuman, meski kebanyakan berupa the manis, tapi ada juga yang menyediakan jus jeruk atau  minuman bersoda.

Saya fikir Taipei adalah kota yang ramah akan pendatang, barang kali anda ada yang ingin ke Taipei, entah untuk sekedar berwisata ataupun untuk mempelajari kultur serta bahasa, anda dapat berkunjung langsung kesisni,
So, Have a nice Trip!!
BASTIAN
Mobile : 0813 1331 8269 / 0856 6363 2349 / 0878 2258 3338

Phone : 022-278 9697

Alamat : Jl. Bukanagara I No. 79 Lembang - Kab. Bandung Barat


Powered byEMF Online Form
Reaksi: